Cara Dapat Dividen dan Trik Profit 129% dalam 5 hari

Cara mengincar dividen

Dividen merupakan momen bagi hasil dari suatu emiten. Dividen merupakan salah satu cara untuk menarik pada investor untuk berinvestasi di emiten tersebut. Seperti investor jangka panjang yang biasanya mengincar capital gain (kenaikan harga) dan dividen. Mereka tidak begitu peduli akan fluktuasi harga harian. Yang penting modal mereka berkembang di tahun-tahun berikutnya dan mereka juga mendapatkan bagi hasil (dividen) tiap tahun. Bahkan terkadang dividen dibagikan 2x setahun.

Namun, anda juga bisa mendapatkan dividen secara langsung dan tidak perlu menunggu bertahun-tahun. Kenapa bisa? Karena dividen akan dibagian khusus untuk orang yang memiliki saham di tanggal tertentu. Contoh setelah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang dilaksanaan oleh suatu emiten menetapkan bahwa tanggal 5 Mei 2020 sebagai titik penentuan siapa yang dapat. Jadi jika anda beli misal di 1 Mei dan tetap pegang di tanggal 5 Mei, maka anda akan dapat dividen. Begitu pula jika beli setelah 5 Mei maka tidak akan dapat di periode ini.

Lalu bagaimana cara mengecek saham apa saja yang akan membagikan dividen? Pertama pantau berita atau informasi. Anda bisa buka https://analytics2.rti.co.id/?m_id=1&sub_m=s9&sub_sub_m=1 atau buka https://investasi.kontan.co.id/rubrik/28/Emiten. Jika anda sudah mendownload aplikasi RTI maka buka menu Calendar. Ini tampilan yang akan kita dapatkan:

Daftar dividen yang akan dibagikan

Warna biru pada gambar di atas artinya tanggal tersebut belum berakhir (artikel ini di tulis tanggal 26 April 2020). Istilah yang perlu diperhatikan dan deskripsinya seperti berikut:

IstilahDeskripsi
CodeKode saham
PriceBesaran dividen yang akan dibagikan.
Jika dalam dollar maka perlu konversi dulu ke rupiah
Cum DateCumulative Date. Deadline hari terakhir beli.
Anda harus pegang saham sampai jam bursa berakhir.
Ex DateExpiration Date. Mulai tanggal ini,
jika beli saham maka tidak akan mendapat dividen.
Anda boleh jual dari tanggal ini.
Recording DatePenentuan siapa yang dapat, dilihat dari siapa yang pegang
saham di akhir jam bursa di tanggal cum date
Payment DateHari pembagian. Biasanya kita akan mendapat email.
Setelah itu, tunggu dividen masuk ke rekening (jika tunai).

Perhatikan rasio dividen terhadap harga. Misal dua emiten sama-sama mau bagi dividen Rp20/lembar. Harga saham sekarang emiten A = Rp500, sedangkan B = Rp8000. Maka untuk emiten A kita akan mendapat Rp20/Rp500 = 4% keuntungan. Sedangkan untuk emiten B akan mendapat Rp20/8000 = 0,25%.

Sebenarnya anda tidak perlu repot menghitung. Anda bisa langsung cek seperti gambar di atas. Buka aplikasi RTI anda, lalu masukkan kode saham di kolom pencarian (bagian atas aplikasi). Misal ketik kode saham INDY lalu enter. Alternatifnya, jika anda pakai browser laptop/pc maka buka https://analytics2.rti.co.id/?m_id=1&sub_m=s2&sub_sub_m=10. Tapi RTI terkadang error, yield bisa salah tampil. Jadi sebaiknya anda cek/hitung lagi untuk memastikan.

Catatan: Kalau anda sudah pegang saham jauh-jauh hari, misal sejak 3 bulan lalu, 2 tahun lalu, atau kapan pun. Maka tidak perlu melakukan apa-apa selama anda tidak menjual saham sebelum/ketika cum date. Biasanya tipe investor yang seperti ini, kalau investasi selama 10 tahun dipastikan sudah tutup modal hanya dari dividen. Belum termasuk profit dari capital gain.

Mengincar kenaikan harga sebelum cum date

Berdasarkan tulisan di atas, maka bisa disimpulkan akan banyak orang yang mengincar saham sebelum cum date, kan? Sekarang coba anda berpikir sejenak…. ada yang menarik? Apa anda berpikir seperti yang saya pikirkan? Hehe…

Yap, betul sekali. Seperti judul artikel ini. Jika banyak orang yang membeli, maka otomatis harganya akan naik. Terutama mendekati cum date. Sedangkan, setelah exdate akan banyak orang “membuang” saham sehingga harga akan turun. Perhatikan contoh MFMI berikut:

Kode saham MFMI. Simbol “D” artinya tanggal exdate.

Pada contoh di atas, di April 2020 MFMI akan membagikan dividen sebesar Rp132, sedangkan harga saham Rp400an (harga ketika berita terbit). Maka yield sekitar 30%. Berita biasanya muncul 3-7 hari sebelum cum date. Hal ini memancing minat orang banyak. Jadi, yang beli antara orang yang mengincar dividen dan orang yang mengincar kenaikan harga.

Bagaimana cara masuk jika banyak yang beli? Karena jika banyak yang beli dan sedikit yang jual maka harga ask akan berhenti di ARA duluan, kan? (tidak kebagian offer). Triknya adalah kita memasang auto-order. Atur auto order by time, lalu pilih best price. Sehingga ketika pasar buka maka akan otomatis beli harga offer terbaik (jika masih kebagian).

Trik lain adalah pakai auto order dengan memasang di harga ARA. Baca artikel berikut: https://muhaaz.com/saham/aturan-pergerakan-harga-saham-fraksi-lot-dan-batas-pergerakan-maksimal-ara-arb/. Tapi ingat, itu hanya direkomendasikan jika kita yakin harga akan naik melebihi ARA. Karena biasanya ARA di 20%-35%, yang artinya kita sudah kehilangan kesempatan itu.

Perhatikan chart MFMI di atas lagi. Cum date normalnya sehari sebelum exdate. Kalau di chart berarti cum date sebelah kirinya exdate (simbol “D” = exdate).

Pada candle cum date: harga sempat naik tinggi kemudian turun (shadow/garis panjang menjulang ke atas). Hal ini mengisaratkan bahwa orang yang mengincar kenaikan harga sudah menjual sahamnya. Sedangkan, orang yang mengincar dividen masih menahan hingga jam bursa tutup.

Pada hari setelah exdate: harga akan terus-menerus turun hingga keadaan normal lagi. Hal itu karena banyak orang menjual saham. Bagi yang mengincar harga naik sudah profit serta yang mengincar dividen tinggal tunggu dividen masuk. Tapi itu skenario terbaik ya. Karena setelah exdate banyak yang jual, padahal sedikit yang beli. Jadi harga akan turun.

Catatan: Hati-hati ketika membeli saham di cum date atau mendekati, karena anda bisa buntung. Jika mengejar dividen maka sudah tidak worth it (karena harga mahal). Misal harga sudah menjadi Rp800 lebih. Kalau dihitung, maka yield menjadi 16%an. Padahal harga turun -50%. Rugi kan?

Hal di atas tidak selalu terjadi. Pada saham berkapital besar, maka tidak akan anjlok sampai 50%. Lihat chart UNVR berikut.

Chart UNVR

Yield dividen UNVR terakhir saya cek tidak sampai 2%. Jadi kenaikan harga tidak begitu signifikan, karena yang mengincar dividen tidak sebanding dengan trader/investor lain. Tapi karena dividen tidak terlalu besar, maka harga juga tidak mudah turun di exdate. Saran saya adalah anda mengecek track record pengaruh dividen pada saham. Buka chart, lalu anda analisa dahulu.

Kesimpulan

Sebelum mengambil keputusan, sebaiknya cermati kembali pilihan kita. Hanya karena ingin keuntungan sesaat bisa-bisa membuat modal kita hilang. Jangan lupa, ketika anda akan melakukan trik seperti di artikel ini, maksimal gunakan 5%-10% modal saja. Karena termasuk scalping/nyopet.

Muh Aziz

Jika anda memiliki pertanyaan, kritik atau saran, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar. Anda juga bisa berdikusi di Grup Muhaaz Saham WA & Telegram yang dapat anda ikuti secara gratis di muhaaz.com/saham/join/.

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Tommy berkata:

    Maaf pak. Saya gak bisa masuk group wa karna penuh.
    Mohon dibantu

    Nama saya tommy. Say tertarik dengan investasi sejak lama namun belum pernah terjun langsung.

    Mohon bantuannya pak.

  1. 23 Juni 2020

    […] Tidak semua saham memiliki volume “sehat”. Saya menyebut “tidak sehat” karena ketika harga naik dan turun, volumenya tidak seimbang. Biasanya karena saham ramai di waktu-waktu tertentu. Jadi harga naik bukan karena saham tersebut menarik secara fundamental atau apa, tapi karena digerakkan oleh bandar, hasil pom-pom, atau karena banyak yang mengejar capital gain sebelum cum date dividen (baca: Cara Dapat Divien). […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *